Posts

Penyerbuan mataram ke kerajaan Surabaya sebuah episode sejarah.

Image
 WINONGAN hanyalah sebuah kota kecamatan di wilayah kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang letaknya berada di sebelah tenggara Surabaya. Di kota kecil itulah pada 1614, pasukan Mataram yang dipimpin oleh Tumenggung Suratani, mendirikan pusat komandonya sekaligus mengordinasikan serangan Mataram ke daerah timur. Sejak 1614, mulai dari Winongan, balantentara Mataram terus merongrong kekuasaan Surabaya. Serangan demi serangan pun dilakukan ke berbagai wilayah kekuasaan Surabaya di pantai utara Jawa, mulai dari Tuban, Gresik dan terus merangsek ke jantung kekuasaan Surabaya. Ada dua kerajaan yang menjadi musuh utama Mataram, yakni Surabaya di timur dan Banten di barat. Sejak kepemimpinan Panembahan Hanyakrawati (1601-1613), Kerajaan Mataram gigih memperluas pengaruhnya di Jawa. Beberapa tahun menjelang akhir kekuasaanya, Raja yang kemudian setelah meninggal digelari sebagai Panembahan Seda Ing Krapyak itu memang menjalankan politik luar negeri yang aktif. Bah...

Marsinah-pahlawan buruh tanpa nama dan misteri kehilangannya.

Image
Sebelum Membaca Kisah Marsinah.. Baca Dulu Penggalan Lirik Lagu Judul -Marsinah . Kulihat Buruh perempuan Berkeringat Membasahi bumi Yang gelap Energi yang kau curahkan Begitu besar tlah kurasakan Terhanyut dalam kesombongan terlupakan Gemerlap cahayamu Membentangi garis kehidupan Ada lara rintih caci maki Kau hadapi Keringat dan ketegaranmu Mengalir deras tak ternilai Hanya tetes darah dan air mata Yang kau curah Ooo Marsinah Kau termarjinalkan Ooo Marsinah Matimu tak sia sia ---------------------------------------- Marsinah memimpin aksi pekerja PT Catur Putra Surya untuk mendapatkan kenaikan gaji dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 per hari. Hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Namun aksi itu membuat perusahaan panas. Gaji memang naik, namun akhir...

LEGENDA ASAL USUL NAMA BOJONEGORO

 Pada zaman dahulu kala, di sebelah utara Gunung Kendeng berdiri sebuah kerajaan bernama Malowopati. Rajanya bergelar Prabu Anglingdarma. Ia seorang raja yang arif dan bijaksana serta kaya raya. Wajahnya tampan. Ia suka bertapa dan berkelana mencari pencerahan jiwa. Tak heran jika ia termasuk seorang raja yang disegani oleh kawan maupun lawan karena kelebihan dan kesaktian yang dimilikinya. Konon, Prabu Anglingdarma juga dikaruniai anugerah untuk mengerti dan mengetahui bahasa semua binatang. Ketika Anglingdarma masih berusia muda, ia senang keluar masuk desa. Banyak negeri yang disinggahinya. Semua itu ia lakukan demi menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan pengalaman hidup. "Aku tak akan mengambil seorang istri kecuali titisan dari Dewi Widowati," katanya dalam hati. Anglingdarma terus mengembara, menuruti kata hatinya. Pada suatu waktu, ia berjumpa dengan seorang putri cantik jelita, mengenakan selendang sutra ungu, kembang beludru, dan kebaya sutra kesumba....

Pitung si pendekar Betawi.Mengenal lebih dekat dari sudut pandangnya.

Image
PITUNG Pitung itu bukan nama orang seperti halnya si Jampang atau Sabeni, tapi singkatan dari Pituan Pitulung yang merupakan salah satu organisasi perlawanan rakyat Jakarta yang dibentuk pada tahun 1880 Masehi oleh Kyai Haji Naipin atas saran dari Pejuang Jayakarta dan Sesepuh adat Tempo Dulu. Kyai Haji Naipin adalah seorang yang alim dan juga dikenal sebagai salah satu ahli silat yang handal di kawasan Tenabang. PITUNG didirikan setelah seluruh anggotanya melewati beberapa tes seperti ujian jurus terakhir illmu silat, ujian ilmu agama yang sudah mereka pelajari, ujian ilmu tarekat serta diakhiri dengan khataman Al-Qur'an yang diikuti oleh 7 santri terbaik Kyai Haji Naipin. Setelah dinyatakan lulus maka ketujuhnya dibaiat untuk selalu setia dalam jihad fisabillah, setia terhadap persahabatan, selalu menolong rakyat dan hormat dan patuh terhadap orangtua, ulama dan sesepuh adat. Nama Pitung yang berarti 7 Pendekar Penolong, mengambil dari inspirasi Surat Al Fateha...

Menelusuri agama awal di Nusantara dan kisah dibaliknya

 SEBENARNYA AGAMA APA YANG ADA PERTAMA KALI BERKEMBANG DI NUSANTARA? Agama yang paling awal berkembang di Nusantara adalah Kapitayan. Sebuah kepercayaan yang memuja sesembahan utama yang disebut, “Sang Hyang Taya” yang bermakna hampa atau kosong. Orang Jawa mendefinisikan Sang Hyang Taya dalam satu kalimat, “TAN KENA KINAYA NGAPA” alias tidak bisa diapa-apakan keberadaannya. Untuk itu, supaya bisa disembah, Sang Hyang Taya mempribadi dalam nama dan sifat yang disebut “Tu” atau “To”, yang bermakna “daya gaib”, yang bersifat adikodrati. Dalam bahasa Jawa kuno, Sunda kuno juga Melayu kuno, kata “taya” artinya kosong atau hampa namun bukan berarti tidak ada. Ini adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan sesuatu yang tidak bisa didefinisikan, Tan Kena Kinaya Ngapa, sesuatu yang tidak bisa dilihat, juga tidak bisa diangan-angan seperti apapun. Ia ada tetapi tidak ada. BAGAIMANA DASAR PEMAHAMAN AJARAN TERSEBUT? Dalam sistem ajaran Kapitayan yang begitu sederhana ...

Kisah para Jin Candi Masa kini.

Image
 KISAH PARA "JIN" CANDI MASA KINI Pernah terpikirkan tidak bagi yang sering main ke situs, atau reruntuhan bangunan candi dan melihat ribuan batu-batu yang berserakan itu kemudian dipugar dan diberdirikan kembali oleh orang2 masa kini? Kalau dipikir2 membuat baru dan memugar itu lebih gampang membuat baru, cz memugar itu harus menyusun batuan yang ada, sedangkan membuat baru kita bisa mencetak batu yang dibutuhkan. Nah, ketika pemugaran itu ada orang2 yang bertugas khusus untuk memecahkan masalah ini gaes, mereka adalah pencari batu. Tugas mereka seperti judulnya, mengumpulkan dan mencari pasangan batu yang sudah tersedia di reruntuhan. Hebatnya, mereka ini tanpa teori akademis dan bukanlah orang2 yang masuk jurusan khusus disekolah. Namun hanya mengandalkan insting dan mata batin. Seperti kisah pak Kasiman "Buto Cakil" yang ane dapet dari buku "Bandung Bondowoso Masa Kini " keluaran BP3 Jateng. Loh kok buku? czmau nanya2 langsung belum s...